Latest Post

Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan

Baju Astronot Masa Depan

Written By Unknown on Senin, 24 Desember 2012 | 11.13



Baju astronot memang sangat penting digunakan manusia di ruang angkasa untuk bernafas dan melindungi tubuh. Baju astronot pertama digunakan pada tahun 1969 untuk misi Apollo dan diberi nama Apollo A7L. Setelah misi Apollo,pada tahun 1982 sampai sekarang,digunakanlah baju astronot yang bernama Extravehicular Mobility Unit (EMU).
Namun,NASA telah mempersiapkan baju astronot untuk masa depan. Baju astronot ini diberi nama Z-1.
Z-1 tengah diuji coba para peneliti di NASA Johnson Space Center dan direncanakan akan digunakan pada tahun 2015. Baju ini bisa dibilang sangat menarik ketimbang baju Sokol yang dipakai kosmonot Rusia,baju Fetian yang dipakai taikonot Cina,dan EMU yang dipakai astronot NASA saat ini. Z-1 dirancang untuk berjalan-jalan di permukaan planet,bulan,dan asteroid. Z-1 juga dirancang untuk perjalanan jauh,yakni ekspedisi ke planet merah,Mars.


Lihatlah kemiripannya.

Apakah kalian tahu apa yang menarik dari baju astronot masa depan ini? Ya. Baju astronot ini mirip sekali dengan tokoh film kartun Toy Story yaitu Buzz Lightyer. Lihatlah gambar disamping!. Mirip bukan?
Keunikan lainnya adalah pada bagian belakang Z-1 ini,yaitu pintu masuknya ada dibagian belakang. Baju astronot sebelumnya dibuat terisah antara bagian kaki dan badan. Sementara Z-1,dibuat cantolan untuk mempermudah astronot masuk kedalamnya. Tinggal lepas palka dan Portable Life Support System yang menempel di lubang palka. Lihatlah gambar dibawah ini bagian-bagian Z-1 yang diambil dari Space.com




Learn about how NASA is developing a new spacesuit for exploring the moon and Mars, in this SPACE.com infographic.

Si Kembar Ebb dan Flow Berhasil "Bunuh Diri" di Bulan

Written By Unknown on Selasa, 18 Desember 2012 | 11.59


Dua wahana antariksa milik NASA,yaitu Ebb dan Flow sukses bunuh diri di bulan,tepatnya di kutub utara bulan.
Ebb dan Flow adalah bagian dari misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL), misi NASA untuk membuat peta gravitasi Bulan. Wahana akan bergerak lebih cepat ketika berada di daerah dengan gravitasi lebih kuat dan sebaliknya. Dengan demikian, gravitasi bisa dipetakan.
Misi yang diluncurkan pada September 2011 ini telah membuahkan hasil yang mengagumkan. Dengan mengukur jarak antardua wahana, ilmuwan menemukan bahwa kerak Bulan lebih tipis dari dugaan. Tumbukan Bulan juga tak cuma berpengaruh di permukaannya, tetapi juga lapisan yang lebih dalam.
Seiring waktu berjalan, bahan bakar Ebb dan Flow mulai habis. NASA mengumumkan rencana bunuh diri dua wahana kembar itu pada Kamis (13/12/2012) lalu. Wahana ditabrakkan di kutub utara Bulan agar tak merusak peninggalan misi Apollo.
NASA mulai kehilangan kontak dengan wahana antariksa pertama pada Selasa (18/12/2012) pukul 05.28 WIB dan kedua 20 detik kemudian. Dengan hilangnya kontak, Ebb dan Flow dinyatakan telah mati di Bulan.
NASA memberi nama "makam" Ebb dan Flow secara khusus. Nama Sally Ride diberikan sebagai bentuk penghargaan pada astronot perempuan pertama NASA yang meninggal pada Juli 2012 lalu. Sally Ride dikenal sangat getol dalam memperkenalkan antariksa kepada anak-anak.
Misi utama GRAIL berlangsung hingga Mei 2012. Setelah misi utama itu, Ebb dan flow mulai merendah di dekat permukaan Bulan pada ketinggian 55 km. Pada tanggal 6 Desember 2012 lalu, keduanya hanya ada pada ketinggian 11 km.
Maria Zuber, pimpinan tim peneliti misi GRAIL yang juga pakar keantariksaan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), seperti dikutip Reuters, Selasa, mengatakan, "Ebb dan Flow telah membuka cadar Bulan."
Ia mengatakan, penemuan dalam misi ini tak hanya bisa menguraikan bagaimana Bulan terbentuk dan berevolusi, tetapi juga memberi petunjuk bahwa Bumi dan planet lain di Tata Surya mengalami tumbukan yang "kejam" di masa lalu.

Video NASA yang Terinspirasi Dari Gangnam Style

Written By Unknown on Sabtu, 15 Desember 2012 | 13.09



Lagu Gangnam Style yang dinyanyikan oleh artis asal Korea Selatan,PSY,belakangin ini dibilang sangat terkenal di mata dunia internasional maupun dunia maya. Tidak hanya masyarakat dunia saja yang terinspirasi dari video Gangnam Style. NASA pun ikut terinspirasi.
NASA yang terkenal dengan misi-misinya yang kontroversial ,ternyata dapat membuat sebuah video parodi yang diberi judul "NASA Johnson Style".
Video ini dirilis untuk mempromosikan Johnson Space Center. Di dalam video ini,kalian dapat melihat astronot,ilmuwan,dan orang-orang yang bekerja di NASA ikut ber-Gangnam Style. Ada pula seseorang yang memerankan PSY. Inilah kreatifnya NASA di setiap misi maupun video.

Lihat video berikut ini :



Apa Kata NASA Tentang Kiamat 21 Desember 2012?

Written By Unknown on Sabtu, 01 Desember 2012 | 16.26

Benarkah Dunia Akan Kiamat Bulan Depan? Mari Kita Tanya NASA

Menurut ramalan suku maya pada tanggal 21 Desember 2012,seluruh alam semesta akan hancur atau biasa disebut sebagai kiamat. Apakah kalian percaya?. Sebenarnya tanggal tersebut bukanlah akhir dari alam semesta beserta isinya,tetapi pergantian tahun baru bagi suku maya. Pergantian tahun ini sama seperti kalender masehi yang ditunjukan pada tanggal 31 Desember.
NASA sangat keberatan akan hal ini. Apalagi diikuti isu adanya planet x atau nibiru yang akan menabrak bumi. Menurut penjelasan NASA,pada tanggal tersebut bumi hanya akan mengalami titik balik matahari tahunan di musim dingin saja yang selalu terjadi setiap tahunnya. Titik balik matahari adalah peristiwa saat siang hari berjalan lebih lama dibandingkan hari-hari biasa.
Ingatlah,hari kiamat tidak ada yang tahu kapan akan terjadi kecuali Allah SWT

Curiosity Deteksi Angin Puyuh di Mars

Written By Unknown on Sabtu, 17 November 2012 | 15.07

Atmosfer Mars mengalami pasang surut, dipengaruhi oleh panas Matahari. Saat disinari Matahari, atmosfer mengembang, dan sebaliknya.

Wahana penjelajah Mars milik NASA,Curiosity menemukan hasil dari penelitian tentang atmosfer Mars.Salah satunya adalah berhasil mendeteksi angin puyuh.
Robot 6 roda tersebut telah mendeteksi 20 fenomena di atmosfer Mars sejak pendaratannya (6/8). 
Beberapa karakteristik merujuk pada angin puyuh, yakni perubahan tekanan udara, perubahan arah angin, perubahan kecepatan angin, peningkatan suhu, dan perubahan radiasi ultraviolet yang sampai pada robot canggih itu.
Angin puyuh biasanya mengangkat debu di permukaan Mars, meninggalkan jejak. Berdasarkan observasi Curiosity, jejak angin puyuh di planet merah itu didapatkan lewat pola debu yang terlihat dari orbit. Namun, jejak visualnya di permukaan tidak didapatkan. Kemungkinan, angin puyuh tidak mengangkat banyak debu.
Penelitian juga menunjukkan fakta mengejutkan tentang arah angin di Mars. Dengan posisi Curiosity di utara gunung Mars (gunung yang menjulang dari kawah Gale), arah angin seharusnya dari utara ke selatan. Ternyata, arah angin justru dari timur ke barat, lebih dipengaruhi oleh lereng kawah Gale.
"Dengan lereng kawah ke arah utara dan lereng gunung Sharp ke selatan, mungkin akan lebih banyak angin berembus di antara dua lereng daripada bergerak dari ketinggian gunung Sharp," kata Claire Newman, kepala investigasi REMS di Ashima Research di Pasadena, dalam rilis NASA, Kamis (15/11/2012).
Tujuan akhir misi Curiosity adalah gunung Mars yang tingginya mencapai 5,5 kilometer. Newman mengatakan, "Jika tidak ada perubahan pola angin ketika Curiosity bergerak ke gunung Sharp nanti, itu akan menjadi suatu kejutan."
Fakta lain yang didapatkan dari observasi Curiosity kali ini adalah pasang surut atmosfer Mars yang dipengaruhi panas Matahari. Di siang hari, panas Matahari cenderung tinggi sehingga atmosfer Mars mengembang atau mengalami pasang. Demikian sebaliknya pada malam hari.
Pasang surut Mars memengaruhi radiasi yang diterima. Bila atmosfer pasang, maka radiasi yang diterima lebih sedikit karena sebagian sudah diserap di atmosfer. Kemampuan menyerap radiasi memengaruhi besar kecilnya kemungkinan planet dihuni.
Peneliti juga mengidentifikasi siklus tekanan musiman dan harian. Tekanan cenderung tinggi pada siang hari dan rendah pada malam hari. Tekanan musiman dipengaruhi oleh karbon dioksida di atmosfer Mars yang terjebak dalam es pada musim dingin dan kembali ke atmosfer mulai musim semi.
Curiosity telah membuat sejumlah penemuan berharga selama misinya.

Curiosity "Narsis" di Mars

Written By Unknown on Sabtu, 10 November 2012 | 15.59



Belakangan ini,banyak sekali foto-foto "narsis" robot penjelajah Mars milik NASA,Curiosity. Yap memang benar. "Narsis" di Mars bukan berarti ia ingin terkenal,tapi untuk melihat keadaan roda,kamera,dan perangkat lain milik Curiosity. Pada tanggal 31 Oktober 2012,Curiosity mengirim foto dirinya yang berlatar belakang Gunung Sharp di suatu wilayah yang bernama Rocknest.
Curiosity memiliki kamera beresolusi tinggi yang bernama Mars Hand Lens Imager (MAHLI). Curiosity memiliki 17 kamera dan 10 instrumen. Namun,MAHLI adalah satu-satunya kamera yang dapat mengambil foto Curiosity. MAHLI berada di sendi ke lima pada lengan sepanjang 2,1 meter.
Curiosity memiliki lengan untuk mengebor sedalam 2,5 cm. Robot ini akan kembali melanjutkan misinya untuk mengebor tanah di Rocknest. Tahun depan,Curiosity akan menuju Gunung Sharp.

Astronot di ISS Juga Ikut Memilih

Written By Unknown on Kamis, 08 November 2012 | 10.51

Para Astronot Juga Ikut Memilih


Pada hari Selasa,6 November 2012,masyarakat Amerika Serikat telah memilih calon presiden yang baru. Tapi bukan hanya masyarakat sekitar Amerika Serikat saja yang memilih. Astronot pun juga ikut memilih,yaitu astronot yang bekerja di ISS. Tidak mungkin kalau astronot di ISS turun ke bumi terlebih dahulu untuk memilih calon presiden. Untuk itu,pusat kontrol ISS di Pusat Angkasa Johnson (JSC) di Houston,Texas,mengirim versi digital kotak suara ke ISS.
"Para astronot, setelah memberikan suaranya, mengirimkan kembali kotak suara itu ke JSC. Ini adalah kotak suara yang aman dan akan langsung dikirim ke penyelenggara pemilu," demikian juru bicara NASA, Jay Bolden.
Sistem pengiriman kotak suara digital ini dimungkinkan setelah parlemen Texas meloloskan sebuah undang-undang pada 1997. Pada tahun yang sama, sistem kotak suara digital ini digunakan astronot David Wolff yang saat itu bertugas di Stasiun Ruang Angkasa Mir, milik Rusia.
"Ini seperti memilih di luar negeri. Dia (Wolff) saat itu memang berada di stasiun ruang angkasa," kata Bolden.
Pada 1997, Wolff memberikan suaranya dalam pemilihan lokal. Warga AS pertama yang memberikan suara untuk pemilihan presiden dari luar angkasa adalah Leroy Chiao. Dia memberikan suara saat menjadi komandan misi ISS Ekspedisi 10 pada 2004 lalu. 
Saat ini, dalam misi Ekspedisi 33, di dalam ISS terdapat dua astronot AS. Mereka adalah Sunita Williams dan teknisi penerbangan, Kevin Ford. Namun, keduanya akan memberikan suaranya di Bumi, sama seperti warga AS lainnya.

"Mereka melakukannya di Rusia, sebelum mereka berangkat ke ISS," lanjut Bolden.
 
Support : Copyright © 2013. Astronomi ID - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger