Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Tata Surya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Surya. Tampilkan semua postingan

Bumi 3 Hari Gelap? Hoax!

Written By Unknown on Sabtu, 22 Desember 2012 | 12.13

Kemarin,21 Desember 2012,telah terbukti bahwa di dunia ini tidak terjadi kehancuran massal atau kiamat yang telah diramal oleh suku maya. Namun,setelah isu tersebut menjadi pembicaraan massal,kali ini terdapat isu lain yang mengatakan bahwa Bumi akan gelap selama 3 hari. Menurut isu tersebut,Bumi akan gelap mulai tanggal 23 sampai 25 Desember 2012. Isu Bumi gelap ini diakibatkan karena seluruh tata surya akan sejajar. Apakah ini masuk akal?

Jika Bumi sejajar dengan Matahari,Merkurius,dan Venus,apakah Bumi akan Gelap?
Bumi memiliki ukuran lebih besar di bandingkan dengan Merkurius dan Venus.  Dan jarak Merkurius dan Venus sangatlah jauh dari Bumi. Jadi apabila sejajar,maka Merkurius dan Venus akan terlihat seperti bintik hitam kecil di matahari. Seperti fenomena transit venus yang terjadi pada 6 Juni 2012. 


Adakah syarat Bumi gelap?
Ada. Bumi akan gelap bisa terjadi akibat fenomena alam yaitu gerhana. Salah satunya adalah gerhana matahari total. Gerhana matahari total akan terjadi jika Matahari,Bulan,dan Bumi sejajar. Namun,gerhana ini bukan berarti membuat seluruh permukaan Bumi gelap total. Karena bulan berukuran kecil dan hanya dapat menutupi piringan matahari saja,jadi yang terlihat hanya bagian koronanya saja. ika permukaan bumi akan gelap secara keseluruhan maka harus ada benda langit (Planet) yang lebih besar dari pada bulan dan memiliki posisi umbra yang dapat menutup seluruh permukaan bumi.



Mengenal Badai Matahari

Matahari adalah satu-satunya bintang yang memberi kehidupan bagi tata surya kita. Namun apakah kalian tahu bahwa terdapat hal yang dianggap berbahaya dari matahari?
Ya,satu-satunya hal tersebut adalah badai matahari. Badai matahari atau solar storm adalah suatu siklus matahari yang terjadi setiap 11 tahun yang diakibatkan karena munculnya bintik matahari yang akan menyebabkan bidang magnetiknya menjadi kacau balau hingga terbentuknya solar flare/lidah api. yang kadang disertai dengan pelepasan massa korona. 
Badai matahari tidaklah berbahaya dan tidak mengancam kehidupan di Bumi. Badai matahari sebenarnya adalah berupa partikel-partikel yang dibawa oleh lidah api matahari. Dan apabila partikel-partikel ini menghantam magnetosfer Bumi,maka pada bagian kutub utara dan selatan Bumi akan terbentuk aurora. Badai matahari hanya dapat mengganggu sistem komunikasi,navigasi,fungsi satelit,dan sistem perbankan. Bukan berarti badai matahari sebagai tanda-tanda kiamat!. Badai matahari ini adalah siklus normal yang selalu terjadi oleh setiap bintang di jagad raya.

Apakah badai matahari dapat menghanguskan bumi beserta isinya? 
Tidak!

Badai matahari telah terjadi sejak berjuta-juta tahun lalu. Kalau memang Bumi hangus akibat badai matahari,maka sampai sekarang Bumi tidak akan memiliki kehidupan. Dan apabila badai matahari mengeluarkan energi yang cukup besar,maka tidak berdampak pada kehidupan,tetapi berdampak pada listrik dan jalur komunikasi yang mengakibatkan seluruh sumber listrik dan jaringan terganggu. Dan akibat semuanya terganggu,seluruh kegiatan akan lumpuh total bahkan dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi di dunia.
Namun,manusia sudah belajar sejak masa lalu. NASA sudah mengirim dua wahananya untuk melihat aktivitas matahari terkini. Seperti ACE dan SOHO yang sampai sekarang masih terus bekerja mengawasi perkembangan aktivitas matahari.
Jika wahana itu mendeteksi adanya CME, maka sensornya akan segera menghasilkan peringatan yang memberikan cukup waktu untuk manusia bumi (kita) untuk mengambil langkah antisipasi, seperti mengubah sistem satelit kita menjadi “safe mode”. Dengan demikian, kerusakan yang ditimbulkannya akan menjadi sangat minimal. Antisipasi yang sama juga telah dilakukan terhadap infrastruktur dan sumber pembangkit listrik lainnya. 

Radiasi dari badai matahari,apakah dapat merusak tubuh?
Tidak

Walaupun radiasi yang ditimbulkan badai matahari cukup besar,namun pada dasarnya tidak menyebabkan gangguan semacam itu. Radiasi yang ditimbulkan hanya akan mengganggu operasional satelit dan propagasi radio gelombang pendek namun tidak mengganggu kehidupan manusia.
Radiasai pada badai matahari juga dapat meningkatkan suhu di Bumi secara signifikan.
Jika kalian ingin lebih mengenal badai matahari,silahkan lihat video dibawah ini



4 Teori Astronomi yang Berhubungan Dengan kiamat

Written By Unknown on Kamis, 20 Desember 2012 | 16.42

Beberapa hari ini,seluruh umat manusia digemparkan dengan isu kiamat 2012 yang diramalkan jatuh pada hari esok,21 Desember 2012. Menurut kalender suku maya yang telah dibuat sejak 3100 sebelum masehi akan mengalami akhirnya pada esok hari. Namun,menurut para arkeolog yang dapat membaca tulisan pada kalender suku maya,bahwa besok adalah hari pergantian tahun bagi suku maya. Lalu badan antariksa Amerika Serikat,NASA,juga membantah bahwa besok adalah hari akhir bagi alam semesta.
Ada beberapa teori astronomi yang berhubungan dengan akhir zaman atau hari kiamat,yaitu :

1. Big Crunch,saat "kiamat" semesta sangat mampat


Menurut teori ini,alam semesta akan berakhir menjadi kesatuan yang sangat mampat. Alam semesta akan mengembang sebagai konsekuensi dari Big Bang. Semula, ilmuwan mengatakan, Big Crunch mungkin terjadi. Ilustrasinya, seperti bola yang dilempar ke atas dan pada suatu titik akan berhenti dan jatuh. Begitu pula semesta, gaya gravitasi akan menang dan menarik semua obyek pada akhirnya. Ilmuwan kini masih terus mencari tahu dan memperkirakan nasib semesta pada akhirnya. Sains belum menemukan jawaban yang pasti.

2. Big Bounce,tidak ada kiamat,cuma reinkarnasi





Menurut teori ini,alam semesta tidak akan mengalami kiamat,cuma reinkarnasi. Kebenaran Big Bounce sangat tergantung dari ada tidaknya Big Crunch. Sementara Big Crunch sendiri mensyaratkan adanya nilai densitas yang lebih tinggi dari nilai tertentu, atau disebut densitas kritis. Tanpanya, Big Crunch takkan terjadi. Sejauh ini, penelitian menunjukkan adanya materi gelap yang membuat semesta terus mengembang. Gaya karena adanya materi gelap mengalahkan gaya gravitasi yang diprediksi membuat semua obyek semesta tertarik dalam Big Crunch. Dengan demikian, masih sulit untuk memercayai akan adanya Big Bounce, semesta yang mengalami reinkarnasi.

3. Big Freeze,skenario kiamat semesta paling mungkin


Menurut teori ini,alam semesta akan berkembang terus menerus tanpa batas. Skenario akhir masa dalam Big Freeze berlawanan dengan Big Crunch. Dalam Big Crunch, semesta akan menjadi sangat mampat, membentuk lubang hitam sangat besar. Sementara itu, dalam Big Freeze, semesta menjadi sangat gelap dan dingin. Untuk menentukan skenario mana yang lebih mungkin, ilmuwan harus menggali data tentang densitas, komposisi, dan bahkan bentuk semesta. Ada yang disebut densitas kritis. Jika nilai densitas yang ditemukan lebih rendah, skenario Big Freeze menjadi mungkin.
Sejauh ini, pengukuran oleh Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) yang menangkap Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR) mengindikasikan bahwa densitas jauh lebih kecil daripada densitas kritis. Dengan demikian, ilmuwan menyatakan, Big Freeze adalah skenario kiamat semesta yang paling mungkin. Kapan terjadinya? Masih triliunan tahun lagi.

4. Big Rip,semua terpisah jauh saat kiamat


Big Rip adalah Big Freeze yang ekstrem, dimana semesta sangat-sangat dingin dan semua objek terpisah jauh. Dalam Big Freeze, energi gelap bernilai konstan. Sementara, dalam Big Rip, energi gelap mengalami peningkatan. Konsekuensinya, semesta dalam teori Big Rip mengembang secara dipercepat. Objek di semesta menjauh lebih cepat.
Mungkinkah kiamat macam ini terjadi? Syaratnya adalah energi gelap itu sendiri. Jika ilmuwan berhasil membuktikan bahwa kekuatan energi gelap terus meningkat, mengembangnya alam semesta dapat lebih cepat dan Big Rip mungkin terjadi. Observasi dengan Chandra X Ray Observatory menunjukkan, energi gelap tidak tumbuh kekuatannya. Dengan demikian, Big Rip tampaknya tak mungkin terjadi.

Asteroid "Kentang" Melintas di Dekat Bumi

Written By Unknown on Selasa, 11 Desember 2012 | 14.42



Asteroid "kentang" atau nama ilmiahnya adalah asteroid toutatis,sedang menuju ke bumi. Pada tanggal 12 Desember 2012,asteroid ini akan melewati bumi pada pukul 13:40 WIB. Asteroid sebesar dua kali Gunung Merapi ini akan melewati bumi dengan jarak 6,95 juta kilometer atau setara dengan jarak 18 kali bumi-bulan. Suatu jarak yang cukup dekat dalam skala astronomis.
Asteroid Toutatis akan tampak seperti bintik cahaya redup dengan magnitudo +8 sampai +10 sehingga butuh bantuan teleskop untuk melihatnya. Asteroid ini akan terlihat pada malam hari dan hanya dapat dilihat oleh beberapa negara,yang meliputi Samudera Pasifik,benua Amerika,dan sebagian Samudera Atlantik.
Walaupun asteroid ini sudah terbit di Indonesia pada pukul 13:00 WIB,Tetapi asteroid ini baru akan menampak setelah matahari terbenam hingga Toutatis tenggelam di ufuk berat pada pukul 02:00 WIB.
Toutatis akan terlihat di dekat rasi bintang Cetus dan Pisces yang terlihat di langit barat sekitar pukul 22:00 WIB.

Kalau Menabrak?

Asteroid ini dibilang sangat besar. Lalu bagaimana kalau toutatis menabrak bumi?. Pasti akan berakibat fatal,bukan?
Toutatis akan melaju dengan kecepatan 11,9 km/detik atau 42.800 km/jam. Aapabila toutatis menabrak bumi,maka asteroid ini akan memiliki kecepatan 16,3 km/detik atau 58.800 km/jam.   Pada kecepatan tumbuk sebesar itu,maka hantaman toutatis dengan bumi bakal melepaskan energi yang sangat dahsyat. Jika titik target toutatis adalah  batuan sedimen,maka akan terjadi pelepasan energi sebesar 1,68 juta megaton TNT yang setara dengan 84 juta bom nuklir Hiroshima yang diledakan. Energi sebesar itu bakal mengoyak titik tumbuknya menjadi kawah selebar 39 km sembari melepaskan panas tinggi yang mampu membakar obyek hingga sejauh 700 km. Jika Toutatis jatuh di Bandung (Jawa Barat) maka sekujur Pulau Jawa hingga ke Situbondo (Jawa Timur) bakal merasakan hempasan panas membakar yang mampu menyalakan pepohonan di hutan dengan spontan.
Simulasi bagaimana jika asteroid Toutatis jatuh di Bandung (Jawa Barat). Lingkaran-lingkaran menunjukkan area yang mengalami getaran pada skala getaran MMI (modified mercalli intensity) tertentu. Sebagai gambaran, pada skala 6 MMI bangunan di Indonesia bakal runtuh, namun pada skala 3 MMI hanya terasa sebagai getaran keras layaknya getaran akibat melintasnya sebuah truk besar kala kita berdiri di tepi jalan.
Namun permasalahan terbesar yang dihadapi Bumi jika Toutatis jatuh menumbuk adalah gangguan berat pada lingkungan.Tumbukan Toutatis memang bakal membentuk kawah raksasa yang menyemburkan materinya ke lingkungan sekitarnya. Sehingga jika asteroid itu jatuh di Bandung (Jawa Barat), batu dan debu dengan ketebalan rata-rata 10 meter bakal menimbuni kawasan sangat luas sejak dari Bogor hingga Sumedang (Jawa Barat), sementara Semarang (Jawa tengah) ditimbuni debu setebal 10 cm. Selain menimbuni kawasan luas, sebagian debu itu (khususnya yang berukuran mikron) bakal membumbung tinggi ke atmosfer hingga menjangkau lapisan stratosfer untuk kemudian terdistribusi ke segenap penjuru. Bersamanya bakal terbawa juga gas Belerang, yang bereaksi dengan butir-butir uap air di atmosfer hingga membentuk aerosol asam sulfat. Bersama debu mikron tadi, aerosol ini membentuk tabir surya natural penghalang sinar Matahari nun jauh di ketinggian stratosfer yang sanggup bertahan selama bertahun-tahun kemudian sebelum akhirnya kembali mengendap sebagai hujan debu dan hujan asam. Selama masih berada di lapisan stratosfer, tabir surya ini menghalangi sinar matahari yang jatuh ke Bumi hingga membuat Bumu remang-remang.

Panitia Penyambutan

Bukan hanya para ilmuwan saja yang menyambut asteroid ini,tetapi juga wahan ruang angkasa tak berawak. Yaitu Chang’e 2, wahana antariksa seberat 2,6 ton yang diorbitkan Cina pada 1 Oktober 2010, yang bakal memonitor Toutatis dari jarak beberapa ratus kilometer.Chang’e 2 semula diluncurkan Cina ke orbit Bulan guna memetakan permukaan Bulan dalam resolusi tinggi sebagai bagian ambisi Cina untuk mendaratkan robot jarak jauh dan manusia dalam ekplorasi Bulan mendatang. Setelah usai menjalankan tugas primernya, Chang’e 2 diprogram untuk terbang menuju titik Lagrange-2, yakni titik yang terletak sejauh 1,5 juta km di belakang Bulan dan segaris lurus sepenuhnya dengan Matahari dan Bumi. Dari titik Lagrange-2 ini Chang’e kemudian bermanuver untuk mengejar Toutatis sejak 2 April 2012.

Sumber : Kafe Astronomi dan langit selatan

Merkurius Mempunyai Es

Written By Unknown on Sabtu, 01 Desember 2012 | 17.14



Bumi adalah salah satu planet yang mempunyai es di bagian kutubnya. Tapi,bagaimana kalau sebuah planet itu mempunyai jarak sangat dekat dengan matahari apalagi planet itu mempunyai es? Ya,hal ini terbukti oleh Merkurius. Baru-baru ini,lembaga antariksa Amerika Serikat,NASA menemukan es di bagian kutub Merkurius yang berdasarkan hasil observasi baru wahana antariksa,Messenger.
Suhu di Merkurius bisa mencapai 427 derajat celcius. Namun,di wilayah kutub utara yang memiliki kemiringan sumbu Merkurius tidak mendapatkan sinar matahari. Temperatur di kutub utara Merkurius tergolong rendah sehingga memungkinkan adanya es yang menyebar di area seluas washington dan memiliki ketebalan mencapai 3,2 Km.
Penelitian ini sebenarnya sudah diduga sejak tahun 1991. Saat itu, teleskop di Puerto Riko menemukan adanya bagian yang berwarna terang di kutub planet terdekat dari Matahari itu. Es juga kadang ditemukan di wilayah yang berdasarkan observasi tahun 1970-an merupakan kawah raksasa.
Citra Messenger terbaru mengonfirmasi bahwa bagian berwarna terang itu berada di wilayah dengan suhu rendah yang memungkinkan adanya es. Instrumen spektrometer netron pada Messenger menganalisis konsentrasi hidrogen, bagian dari air, dan menemukan bahwa air dalam bentuk es memang ada.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Science Express pada Kamis kemarin. Messenger telah meneliti Merkurius sejak tahun 2011. Pada tahun 2014 dan 2015, Messenger akan melayang lebih dekat di Merkurius sehingga memungkinkan observasi lebih detail.

Terbentuknya Bulan

Written By Unknown on Sabtu, 24 November 2012 | 09.12

Apakah kalian tahu bulan? Ya,Bulan adalah satu-satunya satelit alami milik Bumi. Tapi apakah kalian tahu proses terbentuknya Bulan?
Bulan sudah terbentuk sejak 4,5 miliar tahun yang lalu,tepat pada saat Bumi juga mulai terbentuk. Bulan terbentuk oleh sisa-sisa tubrukan antara planet seukuran mars yang diberi nama Theia dengan planet Bumi. Setelah terbentuk,Bulan muda terus di jatuhi oleh ribuan meteor sehingga terbentuklah kawah. Menurut para astronom,kawah pertama terbentuk di bagian kutub selatan bulan pada 4,3 miliar tahun yang lalu. Lalu pada 4,1 sampai 3,8 miliar tahun yang lalu,bulan di bombardir oleh ratusan meteor yang berukuran lumayan besar. Pada 3,8 sampai 1 miliar tahun yang lalu,bulan kembali di bombardir oleh ribuan meteor kecil lalu membentuk kawah yang bernama Kawah Ray. Lalu sejak 1 miliar tahun lalu sampai sekarang, bulan sudah terbentuk dengan sempurna.
Kalau ingin tahu lebih jelasnya,silahkan lihat video di bawah ini.

Curiosity Deteksi Angin Puyuh di Mars

Written By Unknown on Sabtu, 17 November 2012 | 15.07

Atmosfer Mars mengalami pasang surut, dipengaruhi oleh panas Matahari. Saat disinari Matahari, atmosfer mengembang, dan sebaliknya.

Wahana penjelajah Mars milik NASA,Curiosity menemukan hasil dari penelitian tentang atmosfer Mars.Salah satunya adalah berhasil mendeteksi angin puyuh.
Robot 6 roda tersebut telah mendeteksi 20 fenomena di atmosfer Mars sejak pendaratannya (6/8). 
Beberapa karakteristik merujuk pada angin puyuh, yakni perubahan tekanan udara, perubahan arah angin, perubahan kecepatan angin, peningkatan suhu, dan perubahan radiasi ultraviolet yang sampai pada robot canggih itu.
Angin puyuh biasanya mengangkat debu di permukaan Mars, meninggalkan jejak. Berdasarkan observasi Curiosity, jejak angin puyuh di planet merah itu didapatkan lewat pola debu yang terlihat dari orbit. Namun, jejak visualnya di permukaan tidak didapatkan. Kemungkinan, angin puyuh tidak mengangkat banyak debu.
Penelitian juga menunjukkan fakta mengejutkan tentang arah angin di Mars. Dengan posisi Curiosity di utara gunung Mars (gunung yang menjulang dari kawah Gale), arah angin seharusnya dari utara ke selatan. Ternyata, arah angin justru dari timur ke barat, lebih dipengaruhi oleh lereng kawah Gale.
"Dengan lereng kawah ke arah utara dan lereng gunung Sharp ke selatan, mungkin akan lebih banyak angin berembus di antara dua lereng daripada bergerak dari ketinggian gunung Sharp," kata Claire Newman, kepala investigasi REMS di Ashima Research di Pasadena, dalam rilis NASA, Kamis (15/11/2012).
Tujuan akhir misi Curiosity adalah gunung Mars yang tingginya mencapai 5,5 kilometer. Newman mengatakan, "Jika tidak ada perubahan pola angin ketika Curiosity bergerak ke gunung Sharp nanti, itu akan menjadi suatu kejutan."
Fakta lain yang didapatkan dari observasi Curiosity kali ini adalah pasang surut atmosfer Mars yang dipengaruhi panas Matahari. Di siang hari, panas Matahari cenderung tinggi sehingga atmosfer Mars mengembang atau mengalami pasang. Demikian sebaliknya pada malam hari.
Pasang surut Mars memengaruhi radiasi yang diterima. Bila atmosfer pasang, maka radiasi yang diterima lebih sedikit karena sebagian sudah diserap di atmosfer. Kemampuan menyerap radiasi memengaruhi besar kecilnya kemungkinan planet dihuni.
Peneliti juga mengidentifikasi siklus tekanan musiman dan harian. Tekanan cenderung tinggi pada siang hari dan rendah pada malam hari. Tekanan musiman dipengaruhi oleh karbon dioksida di atmosfer Mars yang terjebak dalam es pada musim dingin dan kembali ke atmosfer mulai musim semi.
Curiosity telah membuat sejumlah penemuan berharga selama misinya.

Apabila Bumi Mempunyai Cincin Seperti Saturnus....


Saturnus adalah salah satu planet yang memiliki cincin yang sangat indah. Dan bumi hanya memiliki hiasan langit seperti bintang,bulan,dan benda langit lainnya. Lalu bagaimana kalau bumi kita memiliki hiasan baru berupa cincin seperti Saturnus. Coba kalian bayangkan,bagaimana jadinya jika bumi memiliki cincin Saturnus. Pasti sangat indah,bukan?.
Kalau kalian ingin tahu betapa indahnya bumi kita jika dihiasi cincin,lihatlah video berikut ini.


Planet Tanpa "Tetangga" yang tersesat di Ruang Angkasa

Written By Unknown on Jumat, 16 November 2012 | 10.26



Planet baru kembali ditemukan oleh para astronom. Tapi sejak penemuan tersebut,astronom melihat planet itu ditemukan berkeluyuran di ruang angkasa dan tidak terlihat bintang induk di dekatnya. Walaupun proses terbentuknya planet ini sama seperti planet normal lainnya,tapi mungkin saja pada saat terbentuk,planet ini terlempar jauh.
Planet ini dinamai CFBDSIR J214947,dan diperkirakan berumur 50-120 juta tahun. Suhu planet sekitar 400 derajat celcius dan memiliki berat 4-7 kali jupiter. Anehnya lagi,planet ini dapat memancarkan cahayanya sendiri seperti layaknya sebuah bintang. Para astronom menduga sejatinya planet-planet pengelana ini mungkin berjumlah lebih banyak daripada jumlah bintang di Galaksi kita, tetapi kita sulit untuk mendeteksinya. Tapi para astronom masih sedikit ragu tentang penemuan planet ini. Bisa jadi planet ini bukanlah sebuah planet tapi sebuah bintang katai cokelat yang berukuran lebih besar dari planet tapi terlalu kecil untuk menjadi sebuah bintang.
Bayangkanlah apabila kalian tinggal disebuah planet yang sunyi tanpa adanya "tetangga".

Foto Gerhana Matahari Total dari Maitlands Downs

Written By Unknown on Rabu, 14 November 2012 | 17.10

Sementara masyarakat Indonesia masih tidur lelap,tetapi belahan bumi lain menikmati pemandangan sebuah fenomena langka yang terjadi hari ini (14/11).
Gerhana Matahari Total!
Memang sih jalur gerhana matahari total 14 November 2012 ini tidak melewati banyak negara tapi kecanggihan teknologi masa kini memungkinkan seluruh masyarakat dunia bisa menikmatinya lewat live streaming yang dilakukan oleh beberapa kelompok pengamat. Ada juga siaran langsung dari beberapa media yang memang meliput di lokasi Gerhana.GMT 14 November 2012 hanya bisa dinikmati masyarakat di Pasifik Selatan termasuk juga Australia Utara, Selandia Baru dan berakhir 800 km dari Chile. Menariknya GMT kali ini lebih banyak melewati area tanpa daratan alias berkelana sendirian melintasi samudera pasifik. Beberapa foto yang berhasil diabadikan kami coba tampilkan disini. Foto-foto di bawah ini di potret oleh Robert Hollow seorang astronomi edukator dan spesialis public outreach dari dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) yang menghadiri konferensi astronomi siswa “Under a Darkened Star” di Maitland Downs, Queensland, Australia.





Gerhana Matahari Bulan November

Written By Unknown on Senin, 12 November 2012 | 16.48

ciricara.com gerhana2 250x163 Wow! Gerhana Matahari Terjadi 14 November 2012

Gerhana matahari bukan lagi menjadi suatu hal yang dianggap baru. Seperti berita baru yang telah kami dapat. Pada tanggal 14 November 2012,gerhana matahari akan terjadi di Indonesia. Sayangnya,hanya Indonesia bagian timur saja yang dapat melihat fenomena langka ini. Gerhana matahari yang akan terjadi pada tanggal tersebut adalah gerhana matahari total.
Waktu Indonesia Timur untuk melihat gerhana matahari total :
  • Papua Barat,Papua pukul 04.42 WIT-06.21 WIT
  • NTT,03.51 WITA-05.26 WITA
  • Jayapura,05.40 WIT-06.28 WIT
Tapi tidak hanya Indonesia Bagian Timur saja yang dilintasi gerhana ini. Belahan bumi lain seperti Australia Utara dan Samudera Pasifik juga dilintasi gerhana tersebut.
Bagi yang berada di kawasan Indonesia Timur,jangan lupa untuk melihat fenomena ini.

Mengenal Uranus

Written By Maria on Kamis, 08 November 2012 | 20.34


URANUS,kalian tahu? Yap,pasti kalian pernah mendengar kata itu sebelumnya
mendengar kata uranus pasti kalian langsung berfikir tentang planet,bukan? Yaa,memang benar Uranus adalah sebuah planet yang ada di galaksi Bimasakti,perlu diketahui Uranus adalah planet ke tujuh dalam tata surya.Uranus mendapat predikat sebagai planet terbesar ketiga (Setelah Yupiter dan Saturnus).
Membahas tentang Uranus tidak lengkap kalau tidak membahas tentang rotasi dan revolusinya bukan? Nahh,sekarang kita akan membahasnya
Sekali berotasi uranus membutuhkan waktu 84 tahun,jaraknya dari matahari sekitar 20 SA atau 3 milyar km
Periode rotasi interior Uranus adalah 17 jam, 14 menit. Tetapi, seperti semua planet raksasa gas lainnya, atmosfer atasnya mengalami angin badai yang sangat kuat pada arah rotasi. Akibatnya, pada beberapa garis lintang, seperti dua per tiga lintang dari khatulistiwa ke kutub selatan, atmosfer nampak bergerak jauh lebih cepat, menjadikan rotasi penuhnya sekecil 14 jam. Dengan kemiringan sumbu yang mencapai 97,77 derajat, menjadikan perputarannya mengelilingi Matahari tidak seperti planet lain yang seperti gasing, melainkan seperti bola yang menggelinding. Diperkirakan ketika Uranus masih menjadi protoplanet (Bakal planet), Uranus purba ditabrak oleh protoplanet lain seukuran Bumi.
Nahh sekarang udah jelas kann tentang planet Uranus???
Kalau gitu apa pendapat kalian tentang planet terbesar ketiga ini???

Layak Huni,Mars atau Titan?

Written By Unknown on Sabtu, 03 November 2012 | 09.05



Selama ini,para astronom masih banyak menemukan dan meneliti planet-planet yang layak huni. Dan banyak orang berpikir bahwa Mars adalah satu-satunya planet bumi kedua yang layak untuk dihuni. Memang selama ini banyak sekali penelitian-penelitian tentang Mars yang mirip sekali dengan Bumi. Salah satunya adalah penelitian mengenai tanah Mars yang baru-baru ini ditemukan oleh wahana ruang angkasa NASA,Curiosity. Menurut penelitian,sampel tanah mars memiliki kandungan mineral yang sama dengan tanah yang berada di wilayah vulkanik Mauna Kea,Hawaii. Selain itu juga, batuan yang berada di planet merah tersebut memilki kemiripan dengan batuan di Bumi. Dan Curiosity juga menemukan bukti bahwa Mars pernah dialiri oleh air.

Tapi,jangan asal menebak bahwa Mars adalah satu-satunya planet yang layak dihuni. Masih banyak planet yang telah ditemukan untuk layak dihuni. Salah satunya adalah bulan terbesar Saturnus,Titan. Pada tahun 2011 silam,para astronom berhasil menemukan bukti bahwa Titan mempunyai lautan. NASA melakukan studi dengan bantuan wahana antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus sejak tahun 2004. Mereka memanfaatkan saat di mana Cassini melayang di jarak terdekat dengan Titan pada tahun 2006 dan 2011. 

Riset fokus pada pengukuran gravitasi dan pengamatan fenomena pasang surut. Ilmuwan mengamati percepatan Cassini untuk mengukur gaya gravitasi. Pengukuran gravitasi akan membantu ilmuwan memecahkan misteri interior Titan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titan mudah menyusut dan meregang. Kecepatan deformasi tersebut menunjukkan bahwa interior Titan terdiri dari material yang fleksibel, berupa lautan.

Lautan diperkirakan ada di 100 kilometer atau kurang dari permukaan Titan. Meski demikian, kedalaman dan komposisi lautan ini belum diketahui. Juga, belum diketahui apakah ada kehidupan di lautan itu.

Tapi,tidak hanya Titan yang memiliki lautan. Lautan juga diduga ada di satelit Jupiter, Ganymede, Callisto, dan Europa.

Jadi kalian pilih mana,Mars atau Titan?

Titan Bersinar seperti Lampu Neon di Ruang Angkasa


Gambar menunjukkan citra cahaya Titan, bulan Saturnus, hasil tangkapan Cassini. Gambar di sebelah kiri merupakan foto yang sudah dikalibrasi tetapi tanpa diproses. Gambar sebelah kanan diproses dengan menghilangkan cahaya yang dipantulkan Saturnus.


Titan adalah satu-satunya bulan terbesar milik Saturnus. Hasil Studi terbaru menunjukan bahwa  Titan bersinar seperti lampu neon dalam neon sign. Wahana ruang angkasa NASA,Cassini berhasil mengabadikan cahaya tersebut.
Meski bersinar,cahaya Titan sangat redup. Cahaya ini disebut "airglow" yaitu cahaya yang dihasilkan ketika molekul atmosfer tereksitasi karena cahaya matahari atau partikel bermuatan. Cahaya mirip dengan pantulan sinar  bulan bumi.
Dari observasi Cassini, cahaya Titan tidak hanya dilihat di ketinggian, tetapi juga di bagian atmosfer yang lebih dalam. Observasi menunjukkan, cahaya bulan itu bisa dilihat dari ketinggian 700 km dan 300 km dari permukaan.
Ilmuwan berpendapat, partikel bermuatan yang menghasilkan cahaya tidak berasal dari Matahari karena jarak Titan yang jauh. Dugaan ilmuwan, cahaya diproduksi dari sinar kosmos atau oleh reaksi di dalam Titan itu sendiri.
Peneliti mengungkapkan, atmosfer Titan memiliki kandungan kimia menarik, termasuk senyawa kimia organik seperti karbon di Bumi. Cahaya Titan dapat membantu ilmuwan meneliti bagaimana molekul tersebut saling berinteraksi.
Bukan hanya Titan sebenarnya yang menghasilkan cahaya. Venus pun demikian. Cahaya yang dihasilkan Venus disebut cahaya Ashen, diakibatkan oleh petir. Cassini telah menemukan fenomena petir di Saturnus, tetapi belum di Titan. 

Benarkah Pluto Sebuah Planet?

Written By Maria on Jumat, 26 Oktober 2012 | 20.22



Pluto ditemukan pada tahun 1930 oleh Clyde W Tombaugh pada saat melakukan survey langit di Observatorium Lowell. Astronom memasukkan pluto dalam kategori planet dalam tata surya. Pada tahun 2006 tepatnya tanggal 24 Agustus di Cekoslovakia,International Astronomical Union(IAU) mengadakan konferensi yang menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia Astronomi dengan memutuskan bahwa pluto tidak termasuk dalam kategori Planet. Benda langit bisa dikategorikan sebagai planet jika memiliki kriteria sebagai berikut :
1.Mempunyai ukuran diameter lebih besar dari 2000 km/massa yang lebih besar
2.Berbentuk bulat
3.Memiliki orbit yang tidak memotong orbit planet lain

Dengan definisi baru tersebut, Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tidak memenuhi syarat yang kedua. Pluto sekarang dikategorikan sebagai planet katai. Orbit Pluto memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto kadang berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus.

Matahari Lontarkan Lidah Api Lebih Besar dari Bumi

Written By Unknown on Minggu, 21 Oktober 2012 | 10.11

Lidah api raksasa yang dilontarkan Matahari pada 19 Oktober 2012

Matahari adalah bintang kehidupan bagi bumi dan tata surya kita. Tapi bagaimana kalau matahari kita semakin aktif?. Ya,memang matahari kita semakin aktif. Pada tanggal 19 Oktober 2012,matahari telah melontarkan lidah api raksasa yang lebih besar dari Bumi. Fenomena ini tertangkap oleh pesawat luar angkasa milik NASA. Peristiwa ini direkam secara detil menggunakan kamera yang telah terpasang di satelit Solar Dynamics Observatory pada pukul 15.15 WIB. 
"Proses itu hanya terjadi selama 10 jam, sebelum hilang dari pandangan mata," kata spesialis media NASA, Steele Hill dalam deskripsi foto erupsi Matahari. "Partikel yang terlontar besarnya berkali-kali ukuran Bumi."
Lidah Api(prominensa) adalah sebuah plasma yang melesat dari matahari akibat adanya medan magnet yang kuat dari dalam matahari.
Solar Dynamics Observatory(SDO) adalah salah satu satelit yang digunakan untuk mengamati perkembangan matahari setiap harinya. 
 
Support : Copyright © 2013. Astronomi ID - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger