Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Misi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misi. Tampilkan semua postingan

Virgin Galactic,Wisata Menuju Ruang Angkasa

Written By Unknown on Rabu, 12 Juni 2013 | 16.07

img

Ada yang ingin berwisata ke ruang angkasa? Kini wisata ke ruang angkasa sudahlah bukan menjadi mimpi lagi dan wisata ini juga bukan untuk kalangan astronot. Perusahaan asal inggris yang bernama Virgin Galactic yang dimiliki oleh seorang jutawan yang bernama Richard Branson.
5.3.10RichardBransonByDavidShankbone.jpg
Richard Branson
Richard Branson juga sudah cukup sukses dengan Virgin Airlines dan Virgin Australia. Namun,Branson terus mengejar mimpinya dengan Virgin Galactic. Virgin Galactic kini mempunyai pesawat SpaceShipTwo(SS2) yang akan membawa para penumpang menembus atmosfer Bumi. SpaceShipTwo didesain untuk membawa enam orang penumpang serta dua pilot yang mengoperasikannya. Pesawat ini dibuat dan didesain oleh perusahaan mesin penerbangan asal Mojave,California,AS yang bernama Scaled Composite.
SS2 menempel dibagian tengah pada pesawat induk bernama WhiteKnightTwo. WhiteKnightTwo akan terbang sampai ketinggian 113 kilometer. Pada ketinggian itu,SS2 akan dilepaskan dan akan terbang menembus angkasa.
Setelah sampai di ruang angkasa,para penumpang akan dimanjakan dengan pemandangan planet Bumi di ruang angkasa yang gelap gulita. Para penumpang juga akan merasakan kondisi tanpa gravitasi selama beberapa menit.
Virgin Galatic juga telah di uji coba puluhan kali. Dan pada tanggal 29 April 2013 lalu,Virgin Galactic melakukan tes uji coba yang sangat penting di Mojave. Dan pada uji coba ini,Virgin Galactic berhasil melepaskan SS2  dari pesawat induk,untuk menyalakan roketnya dan menembus kecepatan supersonik.
img
SpaceShipTwo(SS2) yang menempel dibagian tengah dari pesawa induk WhiteKnightTwo

Richard Branson berkata bahwa penerbangan Virgin Galactic ini diharapkan sudah bisa dilakukan tahun 2013 ini. Sudah ada 500 sampai 600 orang yang mendaftar untuk menjadi calon penumpang Virgin Galactic ini. Padahal uang yang dikeluarkan untuk sekali penerbangan ini bisa mencapai USD 200.000 sampai 250.000 atau sekitar Rp. 1,9 Milyar sampai 2,5 Milyar per orang. Tapi,tidak sembarang orang dapat pergi ke ruang angkasa dengan Virgin Galactic ini. Karena para penumpang diharuskan terlebih dahulu untuk menjalani tes uji coba,agar para penumpang siap mengalami guncangan dan gravitasi nol disaat mereka berada di ruang angkasa.
Salah satu artis internasional asal Kanada,Justin Bieber akan pergi ke ruang angkasa menggunakan Virgin Galactic ini. Ia mengatakan akan membuat video musik di ruang angkasa.

Mau Ke Mars? Ikuti Syarat-Syarat Ini

Written By Unknown on Sabtu, 19 Januari 2013 | 09.55

mars,planet,tata surya

Mars merupakan salah satu planet yang menjadi destinasi utama para astronom untuk dijadikan bahan penelitian. Penelitian planet Mars bertujuan untuk mengetahui apakah planet tersebut terdapat kehidupan dan apakah Mars dapat mendukung kehidupan. Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya,para astronom terus meneliti planet merah ini dengan menggunakan robot penjelajah. Dan salah satu robotnya adalah Curiosity yang berhasil mendarat pada Agustus 2012 silam.
Namun,pada tahun 2023,manusia berencana untuk tinggal di planet merah ini. Salah satu perusahaan yang akan mengirim manusia ke Mars adalah Mars One. Mars One adalah perusahaan non-profit asal Belanda yang berharap bisa mengirim manusia ke Mars pada tahun 2023. Mars One memiliki syarat-syarat untuk menuju ke Mars. Yaitu,mereka yang akan pergi ke Mars tidak lagi pulang ke Bumi,sehat,cerdas,dan manusia tersebut minimal berusia 18 tahun.
Untuk bisa menerbangkan manusia menuju Mars,dibutuhkan biaya sebesar US$ 6 miliar. Mars One optimis bisa mendapat dana yang dibutuhkan, salah satunya dengan menggelar semacam reality show.
Sebagai tahap persiapan, Mars One akan lebih dulu meluncurkan satelit komunikasi dan suplai ke planet Mars pada 2016. Dua tahun kemudian, akan dikirim juga rover berukuran besar.

Si Kembar Ebb dan Flow Berhasil "Bunuh Diri" di Bulan

Written By Unknown on Selasa, 18 Desember 2012 | 11.59


Dua wahana antariksa milik NASA,yaitu Ebb dan Flow sukses bunuh diri di bulan,tepatnya di kutub utara bulan.
Ebb dan Flow adalah bagian dari misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL), misi NASA untuk membuat peta gravitasi Bulan. Wahana akan bergerak lebih cepat ketika berada di daerah dengan gravitasi lebih kuat dan sebaliknya. Dengan demikian, gravitasi bisa dipetakan.
Misi yang diluncurkan pada September 2011 ini telah membuahkan hasil yang mengagumkan. Dengan mengukur jarak antardua wahana, ilmuwan menemukan bahwa kerak Bulan lebih tipis dari dugaan. Tumbukan Bulan juga tak cuma berpengaruh di permukaannya, tetapi juga lapisan yang lebih dalam.
Seiring waktu berjalan, bahan bakar Ebb dan Flow mulai habis. NASA mengumumkan rencana bunuh diri dua wahana kembar itu pada Kamis (13/12/2012) lalu. Wahana ditabrakkan di kutub utara Bulan agar tak merusak peninggalan misi Apollo.
NASA mulai kehilangan kontak dengan wahana antariksa pertama pada Selasa (18/12/2012) pukul 05.28 WIB dan kedua 20 detik kemudian. Dengan hilangnya kontak, Ebb dan Flow dinyatakan telah mati di Bulan.
NASA memberi nama "makam" Ebb dan Flow secara khusus. Nama Sally Ride diberikan sebagai bentuk penghargaan pada astronot perempuan pertama NASA yang meninggal pada Juli 2012 lalu. Sally Ride dikenal sangat getol dalam memperkenalkan antariksa kepada anak-anak.
Misi utama GRAIL berlangsung hingga Mei 2012. Setelah misi utama itu, Ebb dan flow mulai merendah di dekat permukaan Bulan pada ketinggian 55 km. Pada tanggal 6 Desember 2012 lalu, keduanya hanya ada pada ketinggian 11 km.
Maria Zuber, pimpinan tim peneliti misi GRAIL yang juga pakar keantariksaan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), seperti dikutip Reuters, Selasa, mengatakan, "Ebb dan Flow telah membuka cadar Bulan."
Ia mengatakan, penemuan dalam misi ini tak hanya bisa menguraikan bagaimana Bulan terbentuk dan berevolusi, tetapi juga memberi petunjuk bahwa Bumi dan planet lain di Tata Surya mengalami tumbukan yang "kejam" di masa lalu.

Apakah Ada Manusia Mendarat di Bulan Setelah Apollo 11?

Written By Unknown on Senin, 10 Desember 2012 | 12.15

Berkas:Apollo program insignia.pngMungkin kalian bertanya-tanya,apakah ada manusia yang mendarat di bulan setelah misi Apollo 11? Misi Apollo 11 adalah misi yang paling bersejarah bagi Amerika Serikat yang telah berhasil membawa manusia menuju bulan.
Namun adakah misi lain yang mendaratkan manusia ke bulan. Iya. Tidak hanya misi Apollo 11 saja yang berhasil mendaratkan manusia di bulan. Salah satunya adalah misi Apollo 13. Misi Apollo 13 ini berhasil mendaratkan 3 awak. Setelah peluncuran pada tahun 1970,Apollo 13 mengalami kegagalan ke Bulan akibat ledakan tangki oksigen. Para astronot yang ikut dalam misi tersebut kemudian menggunakan Lunar Module sebagai “sekoci” untuk menggantikan fungsi yang lumpuh tersebut agar dapat kembali ke Bumi.
Misi terakhir yang berhasil mendaratkan manusia di Bulan adalah Misi Apollo 17. Apollo 17 diluncurkan pada tanggal 7 Desember 1972. Misi ini membawa 3 awak.
Negara lain,termasuk Indonesia masih mencoba dan saling bersaing untuk mengirim manusia ke Bulan. Dan pada tahun 2025,Indonesia direncanakan akan mengirim awak ke Bulan.
Semoga Impian Indonesia untuk mengirim manusia ke Bulan dapat terwujud. Amin

2025,LAPAN Punya Misi Ini

Written By Unknown on Rabu, 28 November 2012 | 15.48



NASA mempunyai misi untuk mendarat di asteroid dan Mars pada tahun 2025. Tetapi,Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau biasa disingkat LAPAN,mempunyai misi sendiri. Pada waktu dekat ini,LAPAN akan membangun bandar antariksa di Morotai,Maluku Utara dan bekerja sama dengan Korea Selatan. Menurut survei,Morotai merupakan wilayah yang sangat strategis karena terletak di dekat Samudera Pasifik,belum terlalu padat dan dianggap punya risiko sosial yang kecil.
Pada tahun 2025,LAPAN mempunyai misi untuk meluncurkan satelit sendiri. Selama ini Indonesia meluncurkan satelitnya di negara lain,seperti India dan Rusia. Dan pada tahun tersebut,Indonesia diharapkan mandiri dalam peluncuran satelit.
Tidak hanya peluncuran satelit saja yang disebut sebagai tahap awal. Setelah peluncuran satelit,Indonesia akan mempunyai misi untuk ke bulan (Lunar program) dan setelah misi tersebut Indonesia akan kembali mempunyai misi menuju planet merah atau biasa disebut planet Mars.
Semoga dengan misi LAPAN ini,astronomi dan antariksa Indonesia dapat lebih maju di masa depan. Amin.

Astronot Dari Indonesia? Kapan Itu Dapat Terwujud?

Written By Unknown on Jumat, 23 November 2012 | 08.21

Edit Photoshop

Para Astronom Indonesia sejak dulu ingin sekali mengirim seorang astronot Indonesia menuju ruang angkasa. Tapi kapan itu dapat terwujud? Memang,di Indonesia ini yang namanya astronomi itu terbilang jarang peminatnya. Mungkin gara-gara astronomi di Indonesia kurang dikembangkan dari pecinta astronomi maupun dari pemerintah itu sendiri. 
Tidak seperti negara tetangga kita,Malaysia yang telah lebih dulu mengirim seorang astronotnya bersama 2 kosmonot dari Rusia menuju ISS pada tanggal 10 Oktober 2007 menggunakan Pesawat Soyuz TMA-11. Ia bernama Sheikh Muszaphar Shukor. Sheikh Muszaphar berada di ISS selama 12 hari sebelum kembali di Bumi. Karena Ia adalah seorang muslim,dan masa penerbangannya bertepatan dengan bulan Ramadhan,Dewan Fatwa Nasional Malaysia telah mengeluaran buku panduan tentang cara beribadah di ruang angkasa. Buku ini mengatur tata cara salat di ruangan tanpa gravitasi, bagaimana mencari kiblat dari ISS, bagaimana menentukan waktu salat, dan bagaimana berpuasa. Selain itu, Sheikh Muszaphar juga akan merayakan hari raya Idul Fitri di luar angkasa. Untuk itu, ia membawa bekal sate dan kue untuk dibagi-bagikan kepada anggota misi yang lain pada hari Sabtu, 13 Oktober untuk merayakan Idul Fitri.Kisahnya itu akan difilmkan dan akan mulai diputar di bioskop pada Maret 2013. 


Cerita astronot Indonesia yang gagal ke luar angkasa
Taufik Akbar dan Pratiwi Sudarmono
Indonesia sebenarnya juga pernah punya astronot. Ia bernama Pratiwi Sudarmono. Hebatnya ia adalah seorang wanita. Pratiwi adalah seorang ilmuwan dari Universitas Indonesia. Dia lahir di Bandung,31 Juli 1952. Saat itu rencananya,Indonesia akan memberangkatkan astronot dalam misi STS-61-H menggunakan pesawat ulang-alik Columbia yang direncanakan berangkat pada tahun 1986 untuk meluncurkan 3 satelit komersil Skynet 4A,Palapa B3,dan Westar 6S. Palapa B3 merupakan satelit Indonesia. Karena itu pemerintah merasa perlu memberangkatkan astronot sendiri. Rencananya Pratiwi akan menjadi pay load specialist, atau kru yang mengoperasikan satelit Palapa B-3 dalam misi tersebut. Untuk astronot cadangan, ditunjuk Taufik Akbar yang merupakan engineer dari PT Telkom.
Keduanya sudah lama berlatih di bawah bimbingan NASA Amerika Serikat. Pemerintah RI sudah mengeluarkan biaya cukup besar untuk latihan ini. Pratiwi dan Taufik pun sudah siap diterbangkan ke luar angkasa.
Tapi sebuah musibah terjadi. Pesawat ulang-alik Challengger yang hendak menuaikan misi STS-51-L, meledak sesaat setelah diluncurkan. Challenger meledak tanggal 28 Januari 1986, hanya 73 detik setelah diluncurkan. Tujuh kru tewas dalam insiden ini.

Akibat dari insiden ini, NASA membatalkan beberapa penerbangan ke luar angkasa. Termasuk Columbia yang akan mengangkut satelit Palapa B-3 milik Indonesia.
Para astronot dalam misi penerbangan itu pun batal berangkat. Satelit B-3 akhirnya diluncurkan dengan roket Delta, tanpa kehadiran astronot dari Indonesia.
Setelah itu tak pernah ada lagi rencana Indonesia mengirimkan astronot ke luar angkasa. Pratiwi Sudarmono meneruskan karirnya sebagai ilmuwan, dan Taufik Akbar juga terus berkarir di PT Telkom.
Apakah kalian ada yang ingin bercita-cita menjadi astronot?

Curiosity Deteksi Angin Puyuh di Mars

Written By Unknown on Sabtu, 17 November 2012 | 15.07

Atmosfer Mars mengalami pasang surut, dipengaruhi oleh panas Matahari. Saat disinari Matahari, atmosfer mengembang, dan sebaliknya.

Wahana penjelajah Mars milik NASA,Curiosity menemukan hasil dari penelitian tentang atmosfer Mars.Salah satunya adalah berhasil mendeteksi angin puyuh.
Robot 6 roda tersebut telah mendeteksi 20 fenomena di atmosfer Mars sejak pendaratannya (6/8). 
Beberapa karakteristik merujuk pada angin puyuh, yakni perubahan tekanan udara, perubahan arah angin, perubahan kecepatan angin, peningkatan suhu, dan perubahan radiasi ultraviolet yang sampai pada robot canggih itu.
Angin puyuh biasanya mengangkat debu di permukaan Mars, meninggalkan jejak. Berdasarkan observasi Curiosity, jejak angin puyuh di planet merah itu didapatkan lewat pola debu yang terlihat dari orbit. Namun, jejak visualnya di permukaan tidak didapatkan. Kemungkinan, angin puyuh tidak mengangkat banyak debu.
Penelitian juga menunjukkan fakta mengejutkan tentang arah angin di Mars. Dengan posisi Curiosity di utara gunung Mars (gunung yang menjulang dari kawah Gale), arah angin seharusnya dari utara ke selatan. Ternyata, arah angin justru dari timur ke barat, lebih dipengaruhi oleh lereng kawah Gale.
"Dengan lereng kawah ke arah utara dan lereng gunung Sharp ke selatan, mungkin akan lebih banyak angin berembus di antara dua lereng daripada bergerak dari ketinggian gunung Sharp," kata Claire Newman, kepala investigasi REMS di Ashima Research di Pasadena, dalam rilis NASA, Kamis (15/11/2012).
Tujuan akhir misi Curiosity adalah gunung Mars yang tingginya mencapai 5,5 kilometer. Newman mengatakan, "Jika tidak ada perubahan pola angin ketika Curiosity bergerak ke gunung Sharp nanti, itu akan menjadi suatu kejutan."
Fakta lain yang didapatkan dari observasi Curiosity kali ini adalah pasang surut atmosfer Mars yang dipengaruhi panas Matahari. Di siang hari, panas Matahari cenderung tinggi sehingga atmosfer Mars mengembang atau mengalami pasang. Demikian sebaliknya pada malam hari.
Pasang surut Mars memengaruhi radiasi yang diterima. Bila atmosfer pasang, maka radiasi yang diterima lebih sedikit karena sebagian sudah diserap di atmosfer. Kemampuan menyerap radiasi memengaruhi besar kecilnya kemungkinan planet dihuni.
Peneliti juga mengidentifikasi siklus tekanan musiman dan harian. Tekanan cenderung tinggi pada siang hari dan rendah pada malam hari. Tekanan musiman dipengaruhi oleh karbon dioksida di atmosfer Mars yang terjebak dalam es pada musim dingin dan kembali ke atmosfer mulai musim semi.
Curiosity telah membuat sejumlah penemuan berharga selama misinya.

Ham,Simpanse Pertama di Ruang Angkasa

Written By Unknown on Jumat, 16 November 2012 | 09.55

Bukan manusia saja yang dapat menjelajahi ruang angkasa. Dan mungkin kalian membayangkan bagaimana kalau astronot itu adalah seekor hewan. Ya,itu sudah terjadi sejak kompetisi ruang angkasa antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat.
Salah satu hewan yang menjadi sejarah Amerika Serikat adalah seekor simpanse bernama Ham. Ham yang bernama asli Chang dilahirkan pada bulan Juli 1956. Nama Ham adalah singkatan dari nama laboraturium yang terletak di Meksiko.
Ham digunakan untuk uji coba dengan tujuan meneliti tingkat keletihan saraf dan tekanan psikologis selama di luar angkasa.

Sebelum misinya dimulai,Ham menjalani serangkaian pemerikasaan,hidungnya diperiksa untuk menjaga agar pernafasannya tidak terganggu,telinganya dirawat agar terhindar dari kuman dan dapat mendengar perintah jelas. Semua diperiksa semaksimal mungkin agar Ham tidak kaget saat berada di luar angkasa.
Pada tanggal 31 Januari 1961,Ham akhirnya diterbangkan menggunakan roket Mercury-Redstone menuju angkasa hingga ketinggian 185 Km dengan kecepatan 7080 Km/jam. Setelah 16 menit 39 detik,Ham mendarat dengan selamat di Samudera Atlantik dengan bantuan parasut. Mendaratnya Ham disambut dengan para kru dan dokter pun datang ke lokasi untuk memeriksa keadaanya. Dan hasil pemeriksaan menunjukan Ham sangat sehat dan gembira.
Setelah tak lagi berangkasa,Ham menghabiskan hidupnya di kebun binatang Washington hingga tahun 1980. Ham meninggal pada tahun 1983 dan dimakamkan di Meksiko.
Jasanya ini diabadikan dalam sebuah film kartun yang berjudul Space Chimps.
 
Support : Copyright © 2013. Astronomi ID - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger