Home » » Laika,Si Anjing Pertama di Orbit Bumi

Laika,Si Anjing Pertama di Orbit Bumi

Written By gioabi fashar on Kamis, 13 Desember 2012 | 14.54

Tidak hanya Ham,si simpanse saja yang menjadi hewan yang berhasil meluncur ke ruang angkasa. 
Musuh terbesar Amerika Serikat pada saat perlombaan antariksa yaitu Rusia,berhasil mengirim hewan pertamanya sekaligus menjadi hewan pertama di dunia yang berhasil menuju ruang angkasa. Hewan ini adalah seekor anjing betina yang diberi nama Laika yang berarti "penyalak". Laika meluncur menggunakan Sputnik II.
Laika sebenarnya adalah seekor anjing yang berkeliaran di jalan-jalan di Moskow. Para ilmuwan memilih anjing di sekitar jalan Moskow karena mereka berpikir anjing ini dapat bertahan hidup di kondisi dingin maupun kelaparan.
Pada saat Laika ditemukan,para personil Rusia memberikan beberapa julukan dan nama,di antaranya Kudryavka (Si Ikal Kecil), Zhuchka (Binatang Kecil), dan Limonchik (Lemon Kecil).
Sebenarnya bukan hanya Laika saja yang dilatih untuk bertahan di ruang angkasa. Ada 2 anjing lagi yang di uji coba,tapi tidak untuk menuju ke ruang angkasa. Mereka adalah Albina dan Mushka. Albina diuji coba untuk tes ketinggian roket dan Mushka diuji coba untuk menguji instrumentasi serta perangkat penunjang kehidupan.


Laika pada saat detik-detik peluncuran
Sebelum peluncuran,Laika diberi perawatan secara hati-hati. Lalu,pada tanggal 3 November 1957,Laika lepas landas menuju ruang angkasa. Pada puncak laju perubahan percepatan, pernapasan Laika meningkat menjadi tiga sampai empat kali dibandingkan sebelum peluncuran. Sensor menunjukkan bahwa detak jantungnya 103 denyut per menit sebelum peluncuran, dan meningkat menjadi 240 denyut per menit pada laju perubahan percepatan awal. Setelah mencapai orbit, moncong Sputnik II berhasil dilepaskan, namun inti "Blok A" tidak terlepas seperti yang direncanakan, sehingga sistem pengendalian suhu tidak beroperasi seperti semestinya. Beberapa isolasi termal terkoyak sehingga meningkatkan suhu kabin menjadi 40 °C (104 °F). Setelah tiga jam dalam keadaan tak berbobot, denyut nadi Laika telah kembali menjadi 102 denyut per menit,tiga kali lebih lama daripada yang terjadi selama tes di darat sebelumnya, yang mengindikasikan tekanan yang sedang dialaminya. Telemetri awal menunjukkan bahwa Laika gelisah, tetapi ia tetap memakan makanannya. Setelah sekitar lima hingga tujuh jam penerbangan, tidak ada tanda-tanda kehidupan lebih lanjut yang diterima dari pesawat ruang angkasa.
Akibat kematian itu,Rusia merahasiakan hal tersebut sampai tahun 2002. Bahkan ada yang berkata Laika mati akibat kekurangan oksigen dan keracunan makanan. Lalu pada bulan Oktober 2002,misteri ini terungkap. Seorang ilmuwan di balik misi Sputnik II,mengatakan Laika mati akibat kepanasan. Lalu setelah 5 bulan kemudian,setelah 2.570 kali mengorbit,Sputnik II akhirnya kembali ke Bumi dalam kondisi hancur bersama Laika di dalamnya pada 14 April 1958.
Ini adalah misi yang paling bersejarah bagi Rusia maupun masyarakat duni.

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2013. Astronomi ID - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger