Home » » Ketika Astronom Islam Berjaya

Ketika Astronom Islam Berjaya

Written By gioabi fashar on Selasa, 18 Juni 2013 | 14.36


Masa kejayaan Islam di bidang ekonomi dan ilmu pengetahuan memang sudah lama berlalu. Padahal sebagian fondasi ilmu pengetahuan yang berkembang di Eropa pada abad pertengahan bersumber dari para ilmuwan Islam di Timur Tengah,termasuk dalam bidang astronomi.
Nidhal Guessoum,profesor fisika dan astronomi di American University of Sharjah,Uni Emirat Arab menulis di jurnal Nature pekan lalu bahwa "Astronomi punya tempat yang tinggi dalam kebudayaan Islam". Dulu astronomi dipakai untuk menghitung waktu,menentukan arah kiblat,dan jadwal salat.
Masa kejayaan para astronom islam,menurut Nidhal,terjadi antara abad ke 9 hingga abad ke 16-an. Pada periode ini,penguasa Islam menjadi penyokong utama aktivitas para illmuwan. Beberapa observatorium astronomi dibangun di Irak,Mesir,Turk,Uzbekistan,dan Iran.
Observatorium-observatorium itu dibangun jauh sebelum observatorium pertama di Eropa dibangun oleh Wilhelm IV alias William the Wise di Kassel,Jerman,pada 1560. Selain banyak sekali buku astronomi ditulis,hasil pengamatan para astronom Islam itu masih bertahan hingga sekarang.
"Ada ratusan bintang dan konstelasi bintang diberi nama Arab,seperti,Altair,Deneb,dan Rigel" kata Nidal. "Juga ada 20 kawah di bulan diberi nama berdasarkan nama para astronom muslim,seperti Alfraganus (Al-Farghani),Albategnius (Al-Battani),dan Azophi (Al-Sufi)." Puncak kejayaan astronom Islam terjadi pada masa kekuasaan Sultan Abu Ja'far Abdullah al-Ma'mun ibn Harun,putra tertua Sultan Harun al-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah.
Sejak muda,Sultan Ma'mun,yang berkuasa pada awal abad ke-9,memang sudah tergila-gila pada ilmu pengetahuan,di samping ilmu agama. Setelah naik takhta,Sultan Ma'mun menghidupkan kembali House of Wisdom,Rumah Kebijaksanaan,yang dibangun ayahnya,Sultan Harun al-Rasyid. Dia mengundang sejumlah ilmuwan Islam,seperti Al-Khawarizmi,Al-Farghani,dan Al-Battani. Karya-karya filosof klasik Yunani,seperti Socrates,Aristoteles,Archimedes,dan Ptolemaeus,diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Sultan Ma'mun juga mendirikan dua observatorium astronomi modern pertama di Baghdad,Irak, dan Jabal Qasiyun,tak jauh dari Kota Damaskus,Suriah. Memanfaatkan observatorium Al-Shammisiyyah dan Jabal Qasiyun tersebut,Al-Farghani menghitung diameter bumi berdasarkan panjang busur meridian. Dia juga menulis buku Kitab fi al-Harakat as-Samawiya wa Jawami Ilm an-Nujum (Elemen-elemen Astronomi). Buku ini diterjemahkan ke bahasa Latin pada abad ke-12.
Sementara itu,Al-Battani berhasil menghitung dengan akurat satu tahun bumi mengelilingi matahari,yakni 365 hari 5 jam 46 menit. Pengalaman Al-Battani ini menjadi dasar Richard Dunthorne menghitung percepatan bulan sekitar sembilan abad kemudian.
Tapi semua karya gemilang di bidang astronomi itu tinggal kisah masa lampau. Menurut Nidhal,masa kejayaan ilmu pengetahuan Islam berakhir pada abad ke-16,saat para ulama dan penguasa di Timur Tengah lebih mengedepankan pengetahuan agama ketimbang ilmu pengetahuan.
Ketika penguasa kolonial Eropa menjajah sebagian negara Timur Tengah pada abad ke-19,mereka membangun beberapa observatorium astronomi di Mesir,Libanon,dan Aljazair. Tapi,ketika negara-negara itu merdeka,semua peralatan astronomi itu dibawa kembali ke Eropa.
Adapun penguasa-penguasa Arab lebih memilih ilmu pengetahuan praktis,seperti teknik perminyakan  dan farmasi. Hari ini tinggal dua observatorium kelas menengah di dunia Arab,yakni di Aljazair dan Mesir. Dari 10 observatorium besar di dunia,tak ada satu pun berada di negara-negara Arab.
Padahal,menurut Nidhal,negara Arab punya sejumlah keunggulan geografis,seperti langitnya sangat bersih dalam periode panjang dan memiliki beberapa puncak gunung dengan penguapan air sangat rendah. Supaya tak semakin tertinggal,negara Arab harus segera membangun observatorium modern. Soal dana,tentu hanya masalah kecil bagi negara-negara superkaya di kawasan ini. "Kita harus memulainya ASAP,as soon as possible" katanya.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2013. Astronomi ID - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger